Potensi Peserta didik Yang Suka Menghitung
Oleh Smart Edu / Desember 30, 2023
Matematika adalah disiplin ilmu yang mempelajari pola, struktur, dan hubungan antar berbagai
entitas abstrak menggunakan simbol dan notasi khusus. Secara umum, matematika mencakup
studi tentang jumlah, ruang, struktur, dan perubahan. Disiplin ini melibatkan penggunaan
logika, deduksi, induksi, analisis, dan abstraksi untuk mengembangkan konsep, teori, dan
menerapkan metode dalam berbagai bidang. Sedangkan potensi berasal dari bahasa Inggris
yaitu potency, potential dan potentiality. Masing-masing kata tersebut mempunyai arti
tersendiri. Kata potency yang berarti kekuatan, daya, tenaga dan kemampuan. Kemudian kata
potential memiliki arti kemampuan yang terpendam dan memiliki kemungkinan untuk bisa
dikembangkan serta dapat menjadi aktual.
Mengidentifikasi potensi peserta didik adalah langkah awal yang penting dalam membantu
mereka berkembang. Dukungan dari lingkungan pendidikan, guru, dan keluarga sangat penting
untuk membantu peserta didik menjelajahi minat dan bakat mereka. Hal ini dapat dilakukan
dengan memberikan kesempatan untuk eksplorasi, menyediakan materi yang menantang sesuai
dengan minat mereka, serta memberikan dukungan dan dorongan yang diperlukan untuk
meningkatkan keterampilan yang dimiliki peserta didik.
Dalam matematika, terdapat kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh peserta didik. Sumarno
dan Mufarrihah mengklasifikasi kemampuan dasar matematika dalam lima standar
kemampuan, yaitu: a) Pemahaman matematis; b) pemecahan masalah matematika; c) penalaran
matematis; d) koneksi matematis; dan e) komunikasi matematis. National Council of teachers
Mathematics (NCTM) menetapkan standar-standar kemampuan matematika seperti pemecahan
masalah, penalaran dan pembuktian, komunikasi, koneksi, dan representasi yang seharusnya
dapat dimiliki oleh peserta didik.
Kelima standar-standar kemampuan di atas harus dimiliki oleh setiap peserta didik agar dapat
mengikuti pembelajaran matematika sebagai mestinya, hal ini tentu memiliki keterkaitan
dengan model pembelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam mengajar pelajaran
matematika tersebut.
Pemecahan masalah atau problem solving is a mental process which is the concluding part of
the larger problem process that includes problem finding and problem shaping. Pernyataan ini
menunjukkan bahwa pemecahan masalah adalah suatu proses mental yang merupakan bagian
terbesar dalam suatu proses untuk menemukan pemecahan masalah. Pemecahan masalah
tersebut dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan dalam menganalisis
dan menentukan jalan keluar atau solusi untuk suatu masalah.
Keterampilan matematika merupakan pondasi penting dalam pendidikan dan kehidupan seharihari. Di antara peserta didik, ada kelompok yang secara alami memiliki ketertarikan yang kuat
dalam matematika, khususnya dalam kegiatan menghitung. Peserta didik-peserta didik ini
menunjukkan potensi yang luar biasa yang bisa dimanfaatkan secara optimal. Mari kita bahas
mengenai potensi dari peserta didik yang suka menghitung serta bagaimana mengembangkan
potensi ini:
Peserta didik yang gemar menghitung seringkali menunjukkan ciri-ciri spesifik yaitu Kecepatan
dan Ketepatan baik dalam hal menghitung maupun hal lainya. Mereka cenderung memiliki
kemampuan untuk menyelesaikan perhitungan dengan cepat dan tepat. Mereka mungkin
menemukan pola atau solusi dalam masalah matematika dengan kecepatan yang luar biasa.
Peserta didik-peserta didik ini biasanya menunjukkan minat yang mendalam terhadap materi
matematika. Mereka bisa menghabiskan waktu lebih lama untuk menyelesaikan teka-teki
matematika, permainan logika, atau bahkan menikmati pelajaran matematika di luar kurikulum
sekolah, ataupun games yang memerlukan hitungan dan strategi dalam penyelesaiannya.
Mereka cenderung memiliki kemampuan yang baik dalam memecahkan masalah matematika
yang kompleks. Peserta didik yang suka menghitung seringkali memiliki pola pikir analitis
yang kuat dan dapat menemukan solusi kreatif untuk masalah matematika yang sulit.
Untuk memanfaatkan potensi peserta didik yang suka menghitung, perlu dilakukan beberapa
langkah:
Penyediaan Materi yang Menantang, memberikan materi yang sesuai dengan tingkat
kecerdasan matematika mereka akan membantu mereka tetap termotivasi. Materi yang
menantang akan mendorong mereka untuk terus meningkatkan keterampilan mereka. Jadi,
selalu berikan tantangan untuk konsumsi rangsangan otak mereka.
Pemanfaatan Teknologi, memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran matematika dapat
membantu peserta didik yang gemar menghitung. Berbagai aplikasi dan perangkat lunak
matematika bisa menjadi alat yang efektif untuk mengasah keterampilan matematika mereka.
Sehingga penggunaan teknologi yang tepat dapat mempercepat proses pembelajarannya.
Pengembangan Keterampilan Lain, nah tak hanya matematika, pengembangan keterampilan
lain seperti pemecahan masalah, keterampilan berpikir kritis, dan kreativitas juga penting.
Keterampilan ini akan membantu peserta didik untuk mengaitkan matematika dengan
kehidupan sehari-hari dan disiplin ilmu lain. Ini akan menjadi support system yang besar untuk
mendukung perkembangan kemampuannya.
Dukungan dan Pujian, memberikan apresiasi dan pujian kepada peserta didik yang
menunjukkan minat dan kemampuan dalam matematika sangat penting. Ini tidak hanya
memotivasi mereka tetapi juga membangun rasa percaya diri yang diperlukan untuk terus
mengeksplorasi dunia matematika. Karna dengan mental yang sehat pribadi dan potensi akan
menjalani perannya dengan sangat baik untuk kesuksesan dimasa yang akan datang.
Manfaat bagi masa depan Peserta didik yang memiliki potensi matematika yang kuat seringkali
memiliki peluang yang besar di masa depan. Bidang karir yang cocok dengan peserta didik
yang memiliki kercerdasan ini adalah Ilmuwan atau Peneliti Matematika, Ahli Data atau Analis
Data, Insinyur, Programmer atau Pengembang Perangkat Lunak, Aktuaria, Ahli Keuangan atau
Analis Keuangan, Fisikawan, Ilmuwan Komputer, Guru Matematika, dan Konsultan
Manajemen.
Peserta didik yang suka menghitung memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan.
Dengan pendekatan yang tepat, mereka dapat menjadi aset berharga bagi masyarakat dan
berkontribusi dalam berbagai bidang. Mengidentifikasi, mengasah, dan mendukung minat
matematika peserta didik merupakan investasi berharga bagi masa depan mereka. Semangat
menikmati proses !
Referensi
Wikipedia/Diakses tanggal 1 November 2023
Kalam Hanan, “Peningkatan Kemampuan Matematika Mahapeserta didik dengan Model
Pembelajaran Problem Based Learning Sesuai Teori Konsep Belajar Meaning” dalam Jurnal
Review Pembelajaran Matematika 1, no. 1 (2019), hal. 2
Zahra chairani, Metakognisi Peserta didik dalam Pemecahan Masalah Matematika,
(Yogyakarta: Deepublish, 2016), hal. 62
Chaplin, James P, Kamus Lengkap Psikologi, (Jakarta: Rajawali Pers, 2009), h. 378