Setiap anak memiliki bakat dan potensi yang beragam. Dimana lingkungan yang mendukung, perubahan dan pembentukan kearah yang tepat akan menjadikan anak menggapai mimpi yang sesuai harapan dirinya. “Bakat” adalah potensi alami yang dimiliki seseorang dalam suatu bidang tertentu. Para ahli telah menyelidiki konsep ini dari berbagai sudut pandang, menggambarkannya sebagai kombinasi dari faktor-faktor genetik dan lingkungan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), kata bakat diartikan sebagai kepandaian, sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir. Sedangkan dalam Bahasa Inggris, bakat sering digambarkan dengan kata “talent” yang berarti kemampuan alami seseorang yang luar biasa akan sesuatu hal atas kemampuan seseorang yang di atas rata-rata kemampuan orang lain akan sesuatu hal. Secara bahasa (etimologi) kata ”bakat” dalam kamus bahasa Indonesia berarti bekas, kesan, tanda-tanda (bekas luka).
Mungkin kita pernah tau diacara televisi pernah mengangkat realityshow dengan seleksi audisi pencarian bakat. Dari yang muda sampai tua dan dari bakat yang terpendam sampai bakat yang sudah dibentuk dari usia sekolah. Karena sifatnya yang masih bersifat potensial atau laten, bakat merupakan potensi yang masih memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud. Bakat berbeda dengan kemampuan yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal.
Anak-anak pendiam seringkali memiliki kecenderungan untuk menyimpan potensi yang luar biasa di dalam diri mereka. Keterampilan terpendam ini bisa meliputi beragam bakat dan kemampuan yang belum terungkap. Meskipun seringkali dianggap sebagai sifat yang kurang dihargai, sebenarnya anak pendiam memiliki potensi yang dapat diungkapkan dan dikembangkan dengan cara yang tepat. Mari kita telaah lebih lanjut mengenai keterampilan terpendam di dalam anak pendiam:
Pengamatan yang Teliti, anak pendiam cenderung lebih observatif. Mereka mungkin lebih memperhatikan detail dan situasi di sekitar mereka. Kemampuan observasi yang tajam seringkali menghasilkan imajinasi yang kaya dan kreatif. Ini bisa menjadi fondasi bagi keterampilan dalam seni visual, menulis, atau bidang kreatif lainnya.
Kemampuan Kreatif dan Artistik, anak pendiam sering memiliki kecenderungan yang kuat dalam seni atau kreativitas. Mereka mungkin memiliki kecakapan di dalam seni lukis, musik, menulis, atau bahkan dalam hal-hal seperti desain atau pembuatan barang dengan tangan.
Mendorong mereka untuk mengekspresikan diri melalui seni bisa membantu mengungkapkan keterampilan terpendam mereka.
Kecerdasan dalam Berpikir Mendalam, anak pendiam juga cenderung memiliki kecakapan berpikir yang mendalam. Mereka mungkin lebih suka menghabiskan waktu sendiri, memikirkan konsep-konsep kompleks, dan mengeksplorasi ide-ide yang rumit. Kemampuan untuk berpikir secara kritis dan analitis seringkali tersembunyi di balik sifat pendiam ini.
Kemampuan dalam Teknologi dan Ilmu Pengetahuan, beberapa anak pendiam menunjukkan minat yang besar dalam teknologi dan ilmu pengetahuan. Mereka mungkin lebih suka bermain dengan perangkat elektronik atau menunjukkan kecakapan yang menonjol dalam memahami konsep-konsep ilmiah. Mengarahkan minat ini ke arah yang produktif bisa menghasilkan keterampilan yang sangat bernilai di era digital ini.
Mendorong Komunikasi yang Dukung, meskipun pendiam, mereka tetap perlu didukung untuk berkembang dalam keterampilan komunikasi. Memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbicara di depan umum, mengemukakan pendapat, atau terlibat dalam diskusi yang mendalam bisa membantu mereka merasa lebih nyaman dan mengasah keterampilan komunikasi mereka.
Pentingnya Kesabaran dan Dukungan Orang Tua serta Guru, orang tua dan guru memiliki peran yang krusial dalam membantu anak pendiam mengembangkan keterampilan terpendam mereka. Dukungan, kesabaran, dan pengertian terhadap kebutuhan anak pendiam dalam mengekspresikan diri dan menemukan minat mereka sangatlah penting.
Anak pendiam memiliki potensi yang luar biasa. Keterampilan terpendam dalam seni, kreativitas, kecerdasan, teknologi, dan ilmu pengetahuan seringkali tersembunyi di balik sifat pendiam mereka. Dukungan, pengertian, dan kesempatan untuk mengembangkan minat mereka akan membantu mengungkapkan bakat yang mungkin belum pernah terlihat sebelumnya. Melalui pendekatan yang tepat, kita bisa membantu anak pendiam untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi penuh mereka.
Karir bagi anak pendiam dapat sangat bervariasi, dan mereka memiliki banyak peluang untuk mengejar jalur karir yang sesuai dengan kecenderungan, minat, dan bakat yang dimiliki. Meskipun mungkin memerlukan upaya ekstra untuk menavigasi dunia kerja yang sering lebih memerhatikan kepercayaan diri dan kegiatan sosial, anak pendiam memiliki potensi untuk menemukan keberhasilan dalam berbagai bidang. Berikut adalah beberapa karir yang mungkin sesuai untuk anak pendiam: Menjadi pelukis, ilustrator, desainer grafis, menulis buku, artikel, cerita pendek, skenario, atau blog, musisi atau komposer memainkan musik atau menciptakan komposisi musik, fotografer: Mengambil foto atau bekerja dalam bidang fotografi, programmer atau pengembang perangkat lunak, peneliti atau ilmuwan
Ahli matematika atau statistik, pustakawan atau kurator museum, editor, psikolog atau konselor, terapis atau ahli terapi wicara, arsitek atau desainer interior, translator atau interpreter.
Anak pendiam sering kali menemukan keberhasilan dalam lingkungan kerja yang memungkinkan mereka untuk fokus, berpikir mendalam, dan menggunakan kekuatan mereka, seperti analisis, imajinasi, dan kreativitas. Penting bagi mereka untuk mengeksplorasi minat mereka dan menemukan lingkungan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Dukungan dari orang tua, guru, dan mentor juga dapat membantu mereka menemukan arah yang tepat dalam karir mereka.
Referensi
Andin Sefrina, 2013, Deteksi Minat Bakat Anak, Yogyakarta: Media Pressindo
WJS. Poerwadarminta, 2003, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
